Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Beringin yang Ditahan Ratusan Tahun Karena Dirasa Mengancam

Dimana-mana yang namanya tahanan pastilah mereka yang sudah melakukan kejahatan. Misalnya yang lagi heboh belakangan ini adalah Ahok yang secara resmi dijatuhi hukuman 2 tahun penjara oleh hakim.


Tapi kalau disebutkan siapa saja yang bisa jadi tahanan mungkin jawabannya bisa saja berbeda. Yang kita tahu selama ini tahanan adalah orang-orang yang sudah berbuat kejahatan, orang ya berarti manusia. Tapi faktanya di beberapa negara hewan sampai pohon pun bisa jadi tahanan. Bahkan ada yang sudah ratusan tahun. Penasaran kan? Berikut 4 tahanan paling aneh yang pernah ada di dunia.

Pohon Beringin yang Ditahan Ratusan Tahun Karena Dirasa Mengancam


Mungkin Anda tidak percaya kalau pohon bisa ditahan, kalau secara akal sehat sih memang seperti itu. Tapi apa yang terjadi di Kota Landi, Pakistan ini sangat aneh. Sebatang pohon beringin yang umurnya sudah ratusan tahun, ditahan dengan rantai yang ditancapkan ke tanah. Pohon beringin tua tersebut sudah ditahan sejak tahun 1989.

Kucing Ditahan karena Dianggap Membantu Tahanan Melarikan Diri


Penjara bukanlah sebuah lingkungan yang ramah, apalagi di Brasil yang kental dengan kekerasannya. Karena itu selalu ada cara yang berusaha dilakukan para tahanan untuk melarikan diri. Sampai-sampai mereka menggunakan seekor kucing untuk mendapatkan peralatan bantuan untuk kabur. Mirisnya si kucing justru ditahan.

Seekor Kambing Ditahan karena Dianggap Merampok Mobil


Si kambing ditahan polisi dimulai saat pihak Kepolisian sedang melakukan penyergapan terhadap satu kelompok perampok yang sudah buron. Saat penggerebekan seorang terduga perampok berhasil kabur ke salah satu kandang kambing. Anehnya saat sudah dikepung pihak kepolisian hanya menemukan seekor kambing di dalamnya. Pihak kepolisian sepertinya cukup percaya dengan hal-hal mistis dan menganggap kambing tersebut adalah jelmaan terduga perampok.

Posting Komentar untuk "Beringin yang Ditahan Ratusan Tahun Karena Dirasa Mengancam"